Introspeksi diri

September 22, 2008 dpink

Introspeksi diri adalah usaha seseorang untuk memperbaiki, mengoreksi atau mengevaluasi kesalahan yang pernah diperbuat karena setiap manusia pasti tidak pernah luput dari salah dan khilaf. Tiap manusia tidak selalu merasa benar maupun salah, tapi sifat manusia selalu berada diantaranya. Karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Hal itu sudah menjadi hal yang wajar. Tetapi lain ceritanya jika seseorang yang melakukan kesalahan tidak pernah mendapatkan pembenaran ataupun pemberian maaf dari orang yang lain. Haruskah satu kesalahan mengalahkan atau menghapus banyak kebaikan yang telah kita perbuat pada orang lain? Haruskah tidak ada kata maaf dari orang lain meskipun kesalahan yang kita perbuat sangat bisa untuk diperbaiki? Haruskah pintu maaf itu telah tertutup? Begitu banyak pertanyaan besar pasti tersimpan dalam benak kita. “Allah bisa menerima taubat dari seseorang jika seseorang itu memang benar-benar mau bertobat”. Tetapi mengapa manusia lebih mengutamakan ego masing-masing sehingga memberi kata maaf adalah perbuatan yang amat susah untuk dilakukan. Terkadang ada kesalahan tertentu yang mungkin tidak bisa termaafkan bagi orang lain, tetapi apakah tidak ada sedikit kata maaf untuk kita yang berbuat kesalahan. Mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya, dan saya yakin orang yang bisa melakukannya adalah orang-orang pilihan yang berhati mulia. Orang-orang tersebut masih memberikan kesempatan kepada orang lain yang melakukan kesalahan untuk memperbaiki kesalahannya.
Berkaitan dengan hal diatas, maka perlu dilakukan introspeksi diri bagi tiap-tiap orang atas segala perbuatan yang telah dilakukan dalam hidupnya. Agar terjadi keseimbangan diri baik untuk kehidupan duniawi maupun akhirat.
Memang terkadang kita sulit untuk menerima masukan, kritik dan saran dari orang lain. Tapi selama kita mau berbesar hati untuk menerima dan mengubah sesuatu yang menurut orang lain kurang baik, maka tidak ada salahnya untuk berbenah diri menuju sesuatu yang lebih baik. Semua itu akan berhasil jika kita mampu ikhlas dalam menjalani hidup ini baik susah atau senang.
So…yakinlah bahwa apa yang kita lakukan adalah yang terbaik (Insya Allah) buat semuanya. Terpenting kita bisa berbesar hati, ikhlas dan bermanfaat untuk orang lain. Menyenangkan dan bisa berbuat untuk orang lain jauh lebih membahagiakan dibanding kita dibahagiakan oleh orang lain.

Entry Filed under: religi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

September 2008
S S R K J S M
    Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: